Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Juni 2011

Wah, Seorang Wanita Tato 152 Teman Facebook di Tubuhnya

Jakarta - Bagi wanita ini, pertemanan di dunia maya sangat berarti. Buktinya, dia rela melakukan tato di hampir seluruh bagian lengannya dengan gambar foto profil 152 teman Facebooknya.

Seperti dikutip dari PCMag, Rabu (8/6/2011), wanita asal Belanda ini merekam video kala dirinya sedang ditato. Kemudian ia mempostingnya di situs berbagi video YouTube agar bisa disaksikan khayalak di link ini.

"Aku ingin menunjukkan pada kalian semua tato sosial ini. Cukup mengagumkan bukan? Aku sangat bangga dengannya, kuharap kalian juga suka," tukas wanita yang tidak teridentifikasi namanya ini.

Tato tersebut dibuat di Rotterdam oleh seorang seniman tato setempat bernama Dehvyathe Xaviera Moelker. Aksi sang wanita pun mendapat beragam tanggapan di YouTube.

"Ya, memang terlihat keren, namun hubungan pertemanan tak berlangsung selamanya, khususnya di Facebook," tulis seorang pengakses YouTube.

"Bagaimana jika ada teman yang menghapusmu (dari Facebook)? Apakah kamu kemudian akan menghitamkan gambar mereka di lenganmu?," tanya user yang lain.

Entah apakah aksi sang wanita murni inisiatif sendiri. Beberapa pihak menilai aksinya adalah bentuk promosi perusahaan pembuat tato. Dan jika dilihat dari videonya, tato tersebut agaknya tidak permanen.

Selasa, 07 Juni 2011

Waw, Penerima Kalpataru yang Nyeker di Istana


Jakarta - Sederhana. Itulah kesan yang terpancar dari wajah Soleman Ngongo, warga Desa Tematana, Kecamatan Wewena Timur, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Bahkan kala berada di Istana untuk menerima penghargaan Kalpataru, Soleman tidak memakai alas kaki alias 'nyeker'. Alasannya, takut Istana kotor.

"Saya tadi pakai sandal, tapi ditinggalkan di luar. Takut kotor. Lagipula tidak apa-apa saya begini, sudah biasa," kata Soleman saat ditemui wartawan usai penyerahan penghargaan Piala Adipura dan Kalpataru di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Selasa (7/6/2011).

Soleman mengaku telah 40 tahun mengabdi sebagai penjaga dan perawat 240 pintu air primer, 140 sekunder, dan 160 pintu air tersier. "Selama 40 tahun. Karena pernah Tuhan kita berdoa jadi Bapa kasih tanda istilahnya. Jadi bersyukur dan kita terima kasih," cerita Soleman dengan logat Sumba yang kental.

Berapa penghasilan Soleman sebulan dengan menjadi seorang penunggu pintu air? Anda mungkin tak percaya, pria sederhana ini cuma mendapatkan uang sebesar Rp 500 saja.

"Dulu saya mulai bekerja sejak zaman Pak Harto tahun 1980-an. Awalnya tanpa dibayar, lalu setelah beberapa bulan, baru dibayar Rp 500 per bulan," kisah Soleman dengan semangat.

Menjadi penjaga pintu air selama 40 tahun, Soleman mengaku ikhlas menjalankan tugasnya. Penghasilan yang tidak seberapa itu tak lantas membuatnya meninggalkan kegiatan tersebut, sebab tujuan utamanya adalah menjaga kelestarian alam saja. Dia menuturkan, hutan kini banyak yang ditebangi. Sehingga bersama dengan masyarakat lain, dia bergotong-royong untuk menanam pohon.

"Perlindungan alam saja, yang artinya kita kan penjaga air, penjaga air dulu masih hutan toh. Masih belum, hutan-hutan tidak ada, sebagian besar ditebang tebang masyarakat. Jadi kita usahakan berkumpul dengan masyarakat, kita gotong-royong menanam pohon. Sebelumnya kita tanam pakai anggaran sendiri 5-6 orang," ungkap pria berkulit gelap ini.

Mendapatkan penghargaan Kalpataru dan bisa bertemu langsung dengan Presiden, bukan tujuan utama Soleman menekuni pekerjaannya. Namun kunjungannya ke Jakarta kali ini menjadi hari yang membahagiakan baginya, dan dia pun sangat bersyukur.

"Saya tidak pernah bekerja dengan tujuan untuk bertemu Presiden. Kalaupun dapat bertemu hari ini, saya syukuri sebagai anugerah dari Tuhan. Tapi masih banyak lagi yang harus dilakukan, mudah-mudahan bisa dilanjutkan juga oleh masyarakat dan penerus saya nanti," harap Soleman.

Selain Soleman, ada sekitar 10 orang lainnya yang juga mendapatkan Piala Kalpataru. Dalam kesempatan yang sama, Presiden SBY juga menyerahkan 63 Piala Adipura kepada kabupaten/ kota yang dianggap sebagai kota yang bersih dan ramah lingkungan.

Senin, 06 Juni 2011

Waw, Mobil dari 200.000 Batang Rokok

Jakarta - Bila sebelumnya ada supercar Bugatti yang terbuat dari bungkus rokok di China, kini ada mobil yang terbuat dari batang rokok. Mobil rokok itu dibuat oleh para aktivis antirokok asal India untuk memperingati hari tanpa tembakau sedunia yang jatuh pada Minggu 31 Mei 2011.

Seperti dilansir AFP, Senin (6/6/2011) setidaknya ada 200.000 batang rokok di sekujur tubuh mobil berkonsep hatchback tersebut.

Tentu ini sebuah kreativitas yang patut diacungi jempol sebagai pengingat bahwa rokok adalah pembunuh berdarah dingin.

Mobil rokok itu kini tengah mejeng di salah satu pusat perbelanjaan di India. Para pengunjung terlihat terkesima dengan mobil rokok itu. Ada pesan unik di balik mobil tersebut. "Smoking is an expensive habit, please quit".

Para aktivis sepertinya ingin menyampaikan bahwa merokok sama dengan bunuh diri, membakar diri dengan biaya cukup mahal seharga mobil.

Tidak dijelaskan merek rokok yang tertempel di sekucur tubuh mobil tersebut. Namun setidaknya para aktivis itu menganjurkan untuk berhenti merokok.

Sekedar informasi, India sebagai produsen terbesar kedua dan konsumen rokok setelah China.

Minggu, 05 Juni 2011

Waw, Mulai 19 Juni Bandung Bakal Punya Hari Kukuyaan


Bandung - Kota Bandung bakal punya hari khusus mulai 19 Juni mendatang, yakni Hari Kukuyaan. Rencananya, kukuyaan massal akan jadi agenda rutin setiap tahun dan jadi salah satu daya tarik wisata Kota Bandung.

"19 Juni itu akan dicanangkan sebagai Hari Kukuyaan," kata Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Minggu (5/6/2011).

Dijelaskan Ayi, pada 19 Juni bakal dibuat rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan peserta kukuyaan terbanyak. Berbarengan dengan itu, pemkot akan mencanangkan sebagai hari lahirnya kukuyaan.

"Kita ingin ada hari khusus untuk memperingati kukuyaan," ungkap Ayi.

Bahkan, sambung Ayi, ia berharap Hari Kukuyaan bisa diperingati lebih banyak orang. "Mungkin suatu hari akan jadi Hari Kukuyaan Internasional," tandas Ayi.

Sementara terkait pembuatan rekor MURI, pelaksanaannya terpaksa diundur karena terkendala persiapan teknis. Awalnya, pemkot berencana menggelar kegiatan tersebut hari ini, namun diundur jadi 19 Juni.

Kukuyaan adalah kegiatan mengarungi Sungai Cikapundung dengan menggunakan ban. Para peserta juga dibekali jaring untuk mengambil sampah di sepanjang sungai.

Sabtu, 04 Juni 2011

Tak Kreatif, Banyak Pengusaha RI Sering Tiru Merek Asing


Jakarta - Pengusaha di Indonesia dinilai kurang kreatif dalam menciptakan merek-merek dagang. Karena merek-merek dagang buatan dalam negeri sampai saat ini cenderung mirip dan meniru merek asing.

Ketua Komite Tetap Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Kadin, Handito Joewono kecenderungan masyarakat Indonesia itu menggunakan merek yang mirip dengan merek luar negeri yang sudah terdaftar.

"Kita ini perusahaan Indonesia suka ikut-ikutan pakai mereknya luar negeri, mirip-mirip. Nanti kalau dibuka protokolnya itu, hilang itu, pasti gugur itu," paparnya ketika ditemui di gedung SMESCO, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (3/6/2011).

Handito menambahkan, perusahaan Indonesia masih sedikit yang memiliki kesadaran untuk mendaftarkan merek dagangnya di luar negeri. Seharusnya perusahaan Indonesia mencari nama yang memang belum digunakan di mana pun.

"Mendingan cari nama yang unik gitu. Nama unik itu kan bisa nama Indonesia," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Handito mengingatkan, Indonesia berpotensi kehilangan sebagian merek dagang dari produk dalam negeri apabila Indonesia masuk ke dalam Protokol Madrid.

Apabila protokol Madrid disahkan oleh pemerintah, banyak merek dagang dari Indonesia akan hilang karena namanya sama dengan merek yang digunakan di luar negeri.

Menurutnya pemerintah juga kurang memberikan kesadaran kepada perusahaan dagang di Indonesia untuk mempersiapkan ini. Handito menilai pemerintah hanya mengulur waktu sebelum mengesahkan protokol tersebut masuk ke Indonesia

"Pemerintah tahu itu, tapi dia mengulur waktu, tapi kan tidak cuma mengulur saja, perlu menyiapkan. Salah satu menyiapkannya adalah mengajak perusahaan dalam negeri untuk bikin nama lain," jelasnya.

Konsep dasar Protokol Madrid adalah satu aplikasi merek untuk mendapatkan perlindungan hukum di banyak negara. Sehingga, kalangan industri cukup mendaftar di negaranya mengenai sistem informasi berbasis teknologi informasi.

Jumat, 03 Juni 2011

Ada Keuntungan Berhenti Merokok Dalam Hitungan Jam


Jakarta, Berhenti merokok adalah hal yang tidak mudah dilakukan, terutama pada seseorang yang sudah sangat kecanduan nikotin. Tapi jika berhasil berhenti merokok, ada keuntungan yang didapat dalam hitungan jam.

Untuk mencapai hal tersebut memang dibutuhkan niat, tekad dan komitmen yang kuat serta dukungan dari lingkungan sekitarnya. Namun hasil yang didapatkan akan jauh lebih memuaskan dari perjuangan yang dilakukan.

Efek yang didapatkan dari berhenti merokok mencakup berbagai hal termasuk mental dan fisik. Berikut ini adalah efek yang bisa didapatkan jika seseorang berhenti merokok, seperti dikutip dari Lifemojo, Jumat (3/6/2011) yaitu:

Dalam waktu 8 jam
Kadar nikotin dan karbon monoksida dalam darah akan sangat berkurang. Hal ini bisa menurunkan risiko serangan jantung dan kadar oksigen dalam darah akan meningkat ke jumlah normal.

Dalam waktu 24 jam
Risiko terkena serangan jantung semakin berkurang. Semua karbon monoksida dan nikotin akan keluar dari dalam tubuh. Serta ujung saraf mulai tumbuh kembali sehingga mengembalikan kemampuannya untuk meningkatkan sensor rasa dan bau.

Dalam waktu 48 jam
Ini adalah saat yang sulit karena efek samping akan muncul seperti sakit perut dan muntah. Tapi pada saat ini juga terjadi penurunan risiko kerusakan paru-paru dan menghentikan risiko kanker paru-paru.

Dalam waktu 72 jam
Tabung bronchial yang ada di tubuh mulai rileks sehingga membuat seseorang bisa bernapas lebih mudah lagi.

Dalam waktu 2 minggu
Fungsi paru-paru kembali meningkat hingga 30 persen sehingga memperbaiki sirkulasi darah dan membuat orang lebih mudah melakukan kegiatan. Meski kadang ditemukan gejala withdrawal seperti mudah tersinggung, sakit kepala dan kecemasan.

Dalam waktu 1-9 bulan
Penampilan fisik akan mulai membaik, seperti warna pucat kelabu di tubuh hilang, mengurangi kerut, mengurangi batuk, sesak napas, hidung tersumbat dan kelelahan. Selain itu rambut silia di paru-paru mulai berfungsi dengan baik dalam membersihkan lendir sehingga mengurangi risiko infeksi.

Dalam waktu 1 tahun
Risiko seseorang terkena penyakit jantung yang berhubungan dengan merokok akan berkurang sekitar 1,5 kali dibanding satu tahun lalu.

Dalam waktu 10 tahun
Risiko terkena serangan jantung dan kanker paru-paru akan berkurang hampir sama dengan orang yang tidak pernah merokok, serta mengurangi risiko kanker lainnya seperti mulut, tenggorokan, kandung kemih dan pankreas.

Rabu, 01 Juni 2011

Habibie Sebut 'VOC' Zaman Baru, SBY Minta Renegosiasi Kontrak Asing


Jakarta - Ada yang menarik dari pidato mantan presiden BJ Habibie. Pengalihan kekayaan alam Indonesia ke pihak asing di era globalisasi dianggapnya bentuk VOC gaya baru. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merespons hal ini dengan mewacanakan renegosiasi kontrak dengan perusahaan asing.

Untuk diketahui, VOC adalah kepanjangan dari (Verenigte Oostindische Companie), sebuah organisasi kamar dagang Belanda yang mengeruk kekayaan Tanah Air saat zaman penjajahan dulu. Kini, pengalihan kekayaan alam negara ke pihak asing, dianggap oleh Habibie sebagai VOC dengan baju baru.

"Salah satu manifestasi globalisasi dalam bidang ekonomi, misalnya, adalah pengalihan kekayaan alam suatu negara ke negara lain, yang setelah diolah dengan nilai tambah yang tinggi, kemudian menjual produk-produk ke negara asal, sedemikian rupa sehingga rakyat harus membeli jam kerja bangsa lain. Ini adalah penjajahan dalam bentuk baru, neo-colonialism, atau dalam pengertian sejarah kita, suatu "VOC (Verenigte Oostindische Companie) dengan baju baru," kata Habibie.

Hal tersebut dia sampaikan saat menyampaikan pidato peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni di Gedung MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/6/2011).

"Implementasi sila ke-5 untuk menghadapi globalisasi dalam makna neo-colnialism atau "VOC-baju baru" itu adalah bagaimana kita memperhatikan dan memperjuangkan "jam kerja" bagi rakyat Indonesia sendiri, dengan cara meningkatkan kesempatan kerja melalui berbagai kebijakan dan strategi yang berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan rakyat," tambah Habibie.

Apa yang disampaikan Habibie langsung mendapat respons positif dari SBY. Saat mendapat giliran pidato, SBY menyampaikan kesamaan pandangannya dengan Habibie dalam hal pengembalian kekayaan negara ke kantong sendiri.

"Saya setuju. Itulah kita lakukan kontrak-kontrak baru benar dan adil. Mari kita ubah agar tidak terjadi lagi di masa depan," ucap SBY.

Nah, pernyataan SBY rupanya tidak hanya berhenti di situ. Dalam acara pemaparan laporan BPK tentang keuangan pemerintah, SBY kembali menegaskan pentingnya renegosiasi kontrak dengan pejabat asing.

Menurut kepala negara, pemerintah sedang melakukan analisa ulang dari kontrak-kontrak yang sudah ada. Apakah kontrak tersebut sudah benar-benar logis dan menguntungkan negara.

"Saya tidak akan menyalahkan masa lalu, bisa jadi dulu memang kita sangat memerlukan investasi untuk industri kita. Barangkali bargaining position kita juga tidak sekuat sekarang terjadilah kontrak itu. Tetapi manakala kontrak itu sangat menciderai rasa keadilan dan tidak logis, ada pintu sebetulnya untuk bicara baik-baik renegosiasi, dengan catatan dalam rangka sanctity of contract," kata SBY di Istana Negara.

"Sangat bisa ada retaliasi. Dengan cara baik-baik renegosiasi itupun terbuka. Pemerintah sekarang sedang menempuh itu dengan cara sebijak-bijaknya untuk tujuan yang baik. Yang jelas kontrak sekarang dan ke depan ingin kita pastikan semua berjalan logis, lancar dan adil, membawa manfaat," tegas SBY.

Senin, 30 Mei 2011

555 Polisi Siap Amankan SMPTN 2011 di Bandung


Bandung - Sebanyak 555 personel dari jajaran Polrestabes Bandung disiapkan untuk mengamankan pelaksanaan SNMPTN 2011 Panlok Bandung. Mereka menyebar dan ditempatkan di lokasi-lokasi ujian yang sudah ditentukan panitia lokal (Panlok) SNMPTN.

"Nantinya pengamanan dilakukan secara tertutup dan terbuka," ujar Kasubaghumas Polrestabes Bandung Kompol Endang Sri Wahyu Utami saat ditemui wartawan di Mapolrestabes Bandung, Senin (30/5/2011).

Endang mengatakan, jumlah personel itu berasal dari setiap polsek-polsek yang berada di lokasi pelaksanaan ujian SNMPTN. Teknis pengamanan berkoordinasi dengan pihak panitia SNMPTN.

"Di setiap tempat ujian itu bakal ada anggota yang siap melakukan pengamanan," ujar Endang.

Ia menuturkan, pelaksanaan SNMPTN 2011 Panlok Bandung berlangsung 31 Mei hingga 4 Juni. Ujian terbagi dua yakni ujian tertulis pada 31 Mei hingga 1 Juni, serta ujian keterampilan 3-4 Juni yang digelar di kampus UPI dan ITB. Ujian tersebut diikuti 35.248 peserta.

Kamis, 10 Maret 2011

Wow,Tim Ekspedisi ITB Temukan Species Begonia Baru di Pagaralam


Palembang - Tim Ekspedisi Bukitbarisan yang terdiri dari Kopassus dan Institut Teknologi Bandung (ITB) menemukan jenis tanaman Begonia baru atau belum diketahui nama latinnya. Tanaman tersebut ditemukan di kawasan Hutan Bambu, Kelurahan Curup Jare, Kecamatan Pagaralam Utara, tepatnya berada di aliran sungai Air Betung.

Hal ini disampaikan Tim Ahli dari ITB, Arif didampingi Andri, yang melakukan penelitian dengan pengambilan contoh tanaman yang ada. Jenis tanaman yang dimaksud masuk marga Begonia dengan tipe tanaman herba atau bukan jenis tanaman kayu.

”Belum diketahui persis langka atau tidak, hanya saja tanaman ini belum diketahui nama spesiesnya dan jarang ditemui. Setelah kita pelajari sementara dan informasi dari labor ITB belum ada sample tanamannya, kendati demikian masuk marga Begonia,” ujar Arif, kepada pers di Pagaralam, Kamis (10/03/2011).

Jenis tanaman ini lanjutnya hanya bisa ditemukan di tepian aliran sungai atau di tempat lembab dan tumbuh di antara bebatuan cadas. Dalam radius 1 kilometer di aliran sungai Air Betung hanya ditemui beberapa saja. Ciri tanaman ini, tinggi batangnya tidak lebih 1 meter, dengan bentuk daun cukup lebar.

Tanaman ini ditemukan dalam kondisi rusak di bagian daun karena dimakan serangga. Hal ini mungkin menjadi pemicu tanaman ini cukup sulit ditemukan karena sebelum muncul kuncupnya langsung dimakan serangga.

“Tiga hari eksplorasi ditemukan dua spesies jenis tanaman ini, satu dengan bentuk daun berbintik-bintik dan satunya lagi daunnya polos dengan warna agak kemerahan di bagian belakang permukaan daun,” terangnya.

Sample tanaman yang diambil sengaja bukan tanaman lokal. Di antaranya, anggrek tanah yang cukup unik yang tumbuhnya di atas tanah, ukuran kecil. Juga ditemukan dua jenis, satu berwarna merah dan satunya warna kehijau-hijauan. Selain flora, juga dicari sample beberapa jenis fauna. Di antaranya, beberapa jenis katak yang hidup di habitat alam Pagaralam, beberapa jenis ikan, udang, hingga burung yang hanya diambil dokumentasinya yang terekam oleh kamera.

“Sebagian sample flora (tanaman) telah dipacking sedikitnya ada 30 macam, yang nantinya akan kita kirim dan diteliti lebih lanjut, begitupun sample flora diawetkan menggunakan formalin dan alkohol,” kata Arif.

Selasa, 08 Maret 2011

4 Tahun Terakhir, Hampir 5 Ribu TKI Tewas di Luar Negeri


Jakarta - Dalam 4 tahun terakhir, sedikitnya 4.590 Warga Negara Indonesia (WNI) tewas dalam status sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Angka kematian tertinggi terjadi tahun 2007 yakni 2.081 WNI. Menyusul kemudian tahun 2009 sebanyak 1.107 WNI. Sementara tahun 2010 sebanyak 908 dan 2008 mencapai 494 jiwa melayang.

Sayang data tersebut tidak merinci sebab kematian dan berbagai penanganannya.

"Data tersebut merupakan hasil kompilasi dari berbagai sumber termasuk dari BNP2TKI sendiri. Sebab dari pemerintah sendiri belum mempunyai data base yang baik," kata aktivis dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Restaria Hutabarat dalam peringatan Hari Perempuan Internasional di kantornya, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (8/3/2011).

Dalam kasuss terakhir, LBH menyebut Darsem, WNI yang terancam hukuman mati karena menolak diperkosa majikan. Menurut LBH keseriusan pemerintah sangat diragukan untuk melindungi TKI seperti Darsem.

"Keseriusan pemerintah untuk melindungi TKI dipertanyakan. Sebab hingga hari ini tidak ada komitmen pemerintah untukk membayar kompensasi 2 juta riyal atau Rp 4,7 milyar kepada keluarga korban," tandas Restaria.

Selain menyoroti nasib TKI, LBH juga mengkritik penanganan berbagai kasus yang menyangkut perempuan seperti KDRT, pemerkosaan, industri, kesehatan dan agama. Secara umum LBH menilai negara gagal melindungi perempuan di berbagai sektor kehidupan publik.

"Berdasarkan data diatas, kami menilai negara telah gagal menciptakan sistem hukum yang melindungi perempuan. Perbaikan dibidang UU harus segera dilakukan," tutur Restaria.

Wah! Surat Yasin Raksasa Untuk Almarhum Istri Tercinta


Banyumas - Doa adalah hadiah sempurna untuk orang tercinta yang sudah berada di alam baka. Itulah yang diyakini Toeriman Madyo Miharjo (79) yang cintanya tak pernah putus untuk almarhum istrinya. Dia membuat Surat Yasin raksasa selama 8 bulan menjelang 1.000 hari wafat sang istri.

Saat kami berkunjung ke rumahnya di Kelurahan Karang Pucung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (8/3/2011), Toeriman menyambut ramah. Dirinya mengaku membuat buku Yasin karena terinpirasi orang-orang selalu membaca Surat Yasin ketika ada orang yang meninggal.

Dia berpikir, kenapa tidak satu Surat Yasin yang bisa dibaca banyak orang beramai-ramai. Dirinya lantas mencoba membuat Surat Yasin raksaksa yang terbuat dari 50 lembar kertas manila serta triplek pada bagian covernya.

Menurut dia, pada awalnya dia tidak bisa menulis huruf Arab dengan baik. Namun karena tekad yang besar membuatnya terus dan terus belajar menulis huruf Arab dengan baik dan benar. Berkat ketekunannya tersebut akhirnya buku yang ia impikan dapat terwujud.

"Awalnya saya tidak bisa menulis huruf Arab. Karena keinginan saya untuk membuatkan Surat Yasin untuk almarhum istri saya, akhirnya saya terus belajar," ujar pensiunan guru bahasa Jawa ini.

Dia menambahkan, untuk membuat buku Surat Yasin ini dirinya sudah menghabiskan 24 spidol besar dengan enam botol tinta spidol. Menurutnya, sebelum menulis dirinya harus berwudhu terlebih dahulu. Saat wudhu yang ia lakukan batal, dia pun berhenti membuat buku, dan segera berwudhu kembali untuk melanjutkan menulis.

Selain ukurannya yang terbilang raksaksa, Surat Yasin ini memiliki kelebihan dibanding Surat Yasin pada umumnya. Dalam buku Surat Yasin yang dia buat juga dilengkapi dengan terjemahan yang ditulis dalam aksara Jawa, selain terjemahan dalam bahasa Indonesia.

"Saat ini buku saya simpan di rumah. Saya tidak tahu sudah menghabiskan uang berapa untuk membuat Surat Yasin ini, semua saya lakukan demi almarhumah," jelas kakek yang sering menggunakan ikat kepala tersebut.

Curhat Ariana, Akankah Jakarta Tenggelam?

Jakarta - Ada perasaan cemas, kuatir, dan galau dalam hatiku setiap kali hujan lebat yang disertai dengan angin kencang mengguyur kota Jakarta tiada henti. Masih terbayang dengan jelas dalam ingatanku, ketika Jakarta dilanda bencana banjir lima tahunan pada tahun 2002 dan 2007.


Berbagai pertanyaan berkecamuk di benak ini. Apakah Jakarta akan kembali mengalami bencana banjir pada tahun 2012 mendatang? Apakah Jakarta akan tenggelam? Apakah akan ada banjir kiriman dari wilayah sekitarnya? Berapa besar kerugian dari segi ekonomi akibat banjir lima tahunan? Berapa banyak kawasan di ibukota yang terendam banjir? Berapa banyak infrastruktur dan ruas jalan yang rusak dan harus diperbaiki? Berapa banyak warga ibukota yang menderita penyakit demam berdarah dan kulit, serta penyakit lainnya, usai banjir reda? Masih banyak lagi pertanyaan seputar banjir, yang ada di benak ini.

Kondisi ekonomi yang terhimpit, membuat sebagian masyarakat ibukota terpaksa membangun tempat tinggal di bantaran sungai. Bahkan, beberapa diantaranya telah mendiami rumah tersebut sejak beberapa generasi. Begitu banjir melanda, masyarakat yang tinggal di sana akan mengungsi. Setelah banjir usai, mereka akan kembali ke rumahnya. Berulang kali, mereka telah diberi peringatan agar tidak membangun rumah tinggal di sana, selain membahayakan penghuni rumah dan lingkungan yang kurang baik bagi kesehatan. Tetapi mereka tetap berdiam di sana, tidak berminat untuk pindah.

Untuk mengatasi hal tersebut, beberapa pengelola apartemen diharuskan untuk membangun rusunami, rumah susun murah dengan harga terjangkau. Tetapi, tetap saja harganya tidak terjangkau oleh masyarakat yang saat ini bermukim di tepi bantaran sungai.

Banjir di Jakarta akan melumpuhkan sektor ekonomi. Beberapa ruas jalan yang saat ini sudah mengalami kerusakan, kondisinya akan bertambah parah apalagi jika genangan air di ibukota yang tidak kunjung surut selama beberapa hari.

Jakarta, ibukota negara kita, akan tenggelam oleh banjir pada tahun 2012. Hal ini membuat hatiku galau dan prihatin. Apalagi aku pernah mengalami sendiri peristiwa banjir ini pada dua periode sebelumnya.

Sebelum banjir pada tahun 2002, kawasan perumah tempat dimana aku tinggal tidak terkena banjir. Kini, bila musim penghujan telah tiba, tak jarang pada malam hari, aku terbangun dari tidurku, hanya untuk melihat seberapa tinggi debit air di selokan depan rumahku. Kejadian banjir membuatku sedikit trauma ketika musim penghujan tiba.

Pada awal bulan Februari 2002, aku sedang terlelap dalam tidurku. Di antara mimpiku, tiba-tiba aku mendengar teriakan ibuku “banjir... banjir...” Dengan kondisi mata yang masih memerah, aku terbangun dari tidurku, bergegas untuk turun dari kamar atas. Begitu sampai di lantai bawah, aku tercengang tanpa bisa berkata apa-apa. Ini adalah kenyataan, bukan mimpi. Ketika melihat air tiba-tiba menyembur dari sisi-sisi lantai keramik. Kejadiannya begitu cepat, dalam hitungan beberapa menit, rumahku terendam air banjir sekitar 2 cm.

Memang, banjir di rumahku tidaklah setinggi banjir yang melanda kawasan ibukota lainnya, seperti yang kusaksikan melalui layar kaca. Tetapi, yang namanya banjir, tetap saja bikin stres dan repot kami sekeluarga. Pada dinihari itu, kami terpaksa bekerja keras untuk memindahkan beberapa barang yang masih dapat diselamatkan dari banjir ke lantai atas. Kami tidak menyangka kalau pada dinihari tersebut, akhirnya rumah kami kebanjiran juga.

Banjir juga tidak kunjung surut. Ketinggian air di dalam rumah justru bertambah beberapa sentimeter hingga akhirnya menyusut hingga kembali ke posisi 2 cm. Akhirnya, aku memutuskan untuk mengungsi ke rumah nenek untuk sementara waktu. Aliran listik padam, persediaan bahan makanan yang makin menipis, dan akses jalan keluar untuk mengungsi lebih sulit karena genangan air di depan rumahku mencapai ketinggian sekitar lutut orang dewasa. Aku bersama ibu dan adikku mengungsi dengan membawa beberapa surat penting yang belum sempat disimpan di safe deposit box, uang, telepon genggam, dan beberapa helai baju ganti.


Kejadian pada tahun 2002, kembali terulang pada tahun 2007. Ketika aku bersiap-siap hendak berangkat bekerja, hujan cukup lebat pada pagi hari itu. Berbekal pengalaman kebanjiran pada tahun 2002, aku segera melihat kondisi selokan di depan rumahku, ternyata ketinggian air di selokan, sudah hampir rata dengan tinggi jalan.

Akhirnya, aku segera menelepon atasanku untuk meminta izin tidak masuk bekerja pada hari ini. Ternyata pada siang harinya, jalanan di depan rumahku sudah tergenang air hingga betis orang dewasa. Segera, aku berusaha untuk memindahkan beberapa barang ke lantai atas. Sejak kejadian banjir pada tahun 2002, aku telah menyiapkan beberapa wadah plastik yang cukup besar untuk barang-barang pernak-pernik, sehingga memudahkan untuk dipindahkan ke lantai atas.

Pada sore hari, kondisi air banjir di depan rumahku telah mencapai lutut orang dewasa dan air sudah mulai masuk halaman rumahku. Aku memantau kondisi banjir melalui berita terkini seputar banjir yang melanda ibukota, dari radio dan menonton televisi, sambil berusaha memindahkan barang-barang ke lantai atas. Badan dan kaki sudah penat sekali akibat turun naik tangga berulang kali.

Berbeda dengan banjir pada tahun 2002 di mana air muncul dari permukaan lantai, banjir 2007 datang dari depan rumahku. Begitu aku turun dari lantai atas, setelah memindahkan barang, debit air di dalam rumahku bertambah sedikit demi sedikit, sedemikian cepatnya. Hujan lebat, ditambah kiriman air dari wilayah sekitar Jakarta, berkurangnya tanah serapan, dan lahan hijau, membuat banjir pada tahun 2007 lebih parah.

Pada malam hari, banjir di dalam rumahku mencapai betis orang dewasa dan aliran listrik juga padam, ketika air mulai mengenangi dalam rumahku. Pagi harinya, kami memutuskan untuk kembali mengungsi selama beberapa hari ke rumah nenek. Kami berjalan sambil menerobos air banjir setinggi pinggang orang dewasa di depan rumahku.

Aku terpaksa merelakan beberapa barang terendam banjir. Tempat tidur beserta kasur terendam banjir. Tanaman hias ibuku yang hancur karena teredam air selama beberapa hari. Kulkas yang baru dibeli oleh ibuku sekitar satu bulan yang lalu juga terendam. Untungnya, kulkas masih berfungsi setelah dibersihkan dan dikeringkan.

Dua bulan setelah banjir usai, setelah merapikan rumah yang sempat porak poranda akibat banjir, aku berpikir untuk pindah lokasi rumah. Tetapi ibuku tidak setuju untuk pindah rumah. Menurut ibuku, begitu banyak kenangan indah di rumah ini. Para tetangga sangat ramah dan sudah dianggap sebagai saudara oleh ibuku, ditambah lagi berbagai fasilitas yang tersedia di kawasan perumahan ini. Akhirnya, hingga hari ini, aku masih menempati rumahku yang telah dua kali dilanda banjir.

Beberapa tetanggaku telah meninggikan rumah mereka. Tetapi setelah mempertimbangkan biaya, dana yang dibutuhkan untuk renovasi meninggikan rumah,hampir setara untuk membeli rumah baru di lokasi di pinggiran kota. Akhirnya, kondisi rumahku masih tetap sama seperti dahulu.

Aku mengantisipasi agar tidak terlalu banyak barang di lantai bawah. Aku membeli barang sesuai dengan kebutuhan. Begitu hujan turun deras selama beberapa hari, aku segera memindahkan sebagian barang ke lantai atas.

Pembangunan rumah hunian, apartemen, perkantoran, dan mal yang berjamur di ibu kota, serta peninggian beberapa ruas jalan ikut berperan membuat Jakarta mengalami banjir. Apalagi tanah serapan dan lahan hijau kini semakin berkurang. Ditambah dengan kebiasaan masyarakat yang masih saja membuang sampah sembarangan.

Sebagai warga ibukota, yang lahir dan besar di Jakarta, aku berharap agar pada tahun 2012, Jakarta tidak akan tenggelam oleh lautan air. Banjir Kanal Timur yang sebenarnya telah dirancang sejak jaman kolonialisme Belanda dapat selesai tepat waktu dan berfungsi dengan baik. Dan ada pompa otomatis yang membuang kelebihan debit air dari kawasan hunian ke laut.

Masyarakat diharapkan tidak membuang sampah sembarangan, membersihkan selokan, dan mengangkat enceng gondok yang kian menebal di sungai secara berkala. Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai dapat direlokasi oleh pemerintah ke daerah yang layak huni. Aku berharap di suatu masa, sungai Ciliwung dapat menjadi obyek wisata seperti halnya sungai di negara lain.

Harapanku sebagai warga Jakarta, pada tahun 2012, Jakarta tidak akan tenggelam oleh banjir. Apakah harapanku akan terwujud? Hanya waktulah yang akan membuktikannya.

Sabtu, 05 Maret 2011

Warga Bacip Heboh Jenglot Bernama Ki Darta dan Dikabarkan Berusia 100 Tahun

Bandung - Jenglot yang membuat geger warga Babakan Ciparay Kota Bandung diketahui bernama Ki Darta. Usianya diperkirakan lebih dari 100 tahun. Sama dengan mitos jenglot selama ini, Ki Darta juga harus diberi makan darah.

Yogi Si Jampang (21), orang yang melakukan 'penarikan' jenglot di sebuah rumah di Gang Mama Dipa RT 02 RW 05 Kel Sukahaji Kec Babakan Ciparay mengatakan memelihara jenglot sama seperti memelihara hewan peliharaan.

"Ya kaya piara binatang, jenglot juga dikasih makan. Makannya ngga setiap hari, makanannya darah. Bisa darah ayam cemani, atau manusia," katanya.

Cara memberi makannya, yaitu hanya dengan meneteskan darah pada bagian mulut jenglot. Tapi bukan saat itu jenglot tersebut makan. "Setelah diteteskan, sukma dari jenglot itu menandai orang yang darahnya akan diambil. Baru malam hari, dia akan mengambilnya," katanya.

Efek pada orang yang darahnya diberikan pada jengot, akan merasa sulit tidur dan badannya panas. Namun hanya satu kali saja ia mengalami itu.

Jika jenglot tak diberi makan, maka biasanya ia akan mengambil kekuatan dari orang di sekitarnya. "Jika ada anak kecil di rumah, biasanya jadi sakit. Itu dia
bahayanya memelihara jenglot," katanya.

Yogi kemudian memperlihatkan jenglot yang ia tarik dari dalam toples. Panjang jenglot tersebut sekitar 10 hingga 15 cm.
Tubuhnya terlihat hanya terdiri dari tulang-tulang. Tangannya seperti melipat, dengan kuku-kuku yang tumbuh panjang. Mulutnya bermoncong, ada taring yang terlihat. Sementara rambutnya panjang lebih dari 30 cm.

Sebelumnya warga Gang Mama (Jamika) dihebohkan dengan adanya kabar jenglot yang 'ditangkap' sekelompok pemuda di sebuah rumah. Meski belum banyak orang yang melihat, kabar ini tersebar dari mulut ke mulut. Ada yang percaya, ada juga yang tidak.

Fenomena jenglot di Indonesia dikabarkan sudah mulai muncul pada 1997-an. Jenglot diyakini masyarakat adalah sebagai seorang manusia yang mempunyai ilmu sakti di masa lalu yang meninggal, tetapi tubuhnya ditolak oleh bumi, sehingga tubuhnya tidak hancur melainkan menciut hingga menjadi bentuk seperti jenglot.

Selasa, 01 Maret 2011

Waduh Kapal Pesiar Berisi 1.400 Turis Tak Bisa Berlabuh di Bali


Denpasar - Sebuah kapal pesiar mewah sepanjang 265 meter yang mengakut 1.400 wisatawan asing tak bisa berlabuh di Pelabuhan Laut Benoa, Denpasar. Penumpang pun diangkut dengan boat menuju dermaga.

Kapal cruise dengan nama Legend of The Seas tiba di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali pukul 17.20 Wita, Selasa (1/3/2011). Karena tak bisa bersandar, kapal besar ini hanya bisa buang jangkar di laut.

Administrator Pelabuhan Benoa Kapten Ezau Daniel Kakisina mengatakan kapal pesiar tersebut tidak bisa bersandar karena dermaga Pelabuhan Benoa tidak mampu menampung kapal sebesar The Legend of The Sea.

Wisatawan yang ada di dalam kapal milik Royal Caribbean Cruise Line berlayar ke daratan menggunakan boat kecil. "Baru sekitar 120 penumpang yang bisa menuju dermaga,” kata Ezau melalui telepon.

General Manager Pelindo III Cabang Benoa Iwan Sabatini membantah jika kapal cruise itu mengurungkan niat bersandar ke dermaga. “Kapal itu lego jangkar untuk keselamatan,” katanya.

Iwan menambahkan, kondisi diperparah karena ada batu karang yang menghalangi alur ke dermaga. Pihaknya pun telah lama meminta pemerintah pusat memotong batu karang sepanjang 15 meter tersebut sehingga kapal besar bisa bersandar.

Bandara Ngurah Rai Bali Tutup 24 Jam Selama Nyepi


Denpasar - Bandara Ngurah Rai akan ditutup selama 24 jam pada saat Umat Hindu di Bali merayakan Nyepi Tahun Baru Saka 1933. Bandara internasional ini hanya melayani pendaratan darurat.

Bandara Ngurah Rai akan ditutup sejak Sabtu (5/3/2011) pukul 06.00 Wita, hingga Minggu (6/3/2011) pukul 06.00 Wita. Demikian disampaikan Humas PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai, Sherly Yunita kepada wartawan di kantornya, Selasa (1/3/2011).

"Pemberitahuan penutupan bandara telah disampaikan melalui Notice to Airman ke seluruh komunitas penerbangan di dunia pada November 2010," kata Sherly.

Meskipun ditutup, petugas operasi bandara tetap bertugas untuk mengantisipasi pendaratan darurat.
"Jika ada pendaratan darurat kita layani. Namun, penumpang akan tetap berada di areal bandara kecuali ada yang dibawa ke rumah sakit," kata Sherly.

Semua lampu di bandara pun akan dipadamkan, kecuali lampu pada tower tetap menyala untuk mengontrol navigasi.

Sebelum bandara ditutup, pesawat terakhir yang akan mendarat dan langsung kembali melakukan perjalanan adalah, Korean Air untuk penerbangan internasional dan Garuda Indonesia untuk penerbangan domestik.

Sedangkan pesawat yang akan melayani penumpang sesaat setelah bandara dibuka adalah maskapai Batavia dan Garuda Indonesia.

Minggu, 27 Februari 2011

Wow, Kaktus Berjalan Hidup 520 Juta Tahun Lalu


Surabaya -Dugaan para ilmuwan bahwa artropoda atau hewan berbuku-buku berevolusi dari lobopodia atau sejenis cacing mulai menemukan titik terang. Penemuan fosil yang diberi nama "kaktus berjalan" diharapkan menjadi jawabannya.

Sebuah fosil makhluk serupa cacing berkaki 10 yang hidup 520 juta tahun lalu diduga sebagai mata rantai penghubung dalam sejarah evolusi serangga, laba-laba, dan krustasea. Makhluk yang disebut kaktus berjalan itu termasuk kelompok hewan serupa cacing disebut lobopodia, yang diduga sebagai asal-usul artropoda.

"Penemuan kaktus berjalan sangat penting karena sebelumnya kami belum menemukan fosil yang dapat dijadikan acuan dugaan kami," kata Jianni Liu, pemimpin tim peneliti yang melakukan studi terhadap fosil tersebut.

Sebelum penemuan kaktus berjalan, Diania cactiformis, semua anggota lobopodia memiliki tubuh dan tungkai yang lunak. Sementara hewan artropoda memiliki tubuh yang bersegmen (berbuku-buku) serta tungkai yang menyatu dan terlindungi cangkang keras.

Petunjuk evolusi artropoda hingga saat ini terdapat pada cacing beludru yang disebut-sebut sebagai satu-satunya keluarga terdekat bagi seluruh artropoda. Setelah sebelumnya sempat diduga sebagai siput, hewan yang hidup di tanah ini hampir seluruh bagian tubuhnya lunak, kecuali cakar dan rahangnya.

Menurut Graham Budd, profesor paleobiologi di Uppsala University, Swedia, yang tidak terlibat dalam studi, penemuan kaktus berjalan akan mengisi sejarah evolusi di antara cacing beludru dan artropoda modern, yang dalam hal jumlah dan keragamannya merupakan kelompok hewan terbesar di bumi.

Namun, ia belum yakin kaki keras pada kaktus berjalan diwariskan langsung pada hewan artropoda modern. "Sebagai contoh, bisa saja kaktus berjalan bukan relasi dekat artropoda modern dan kaki kerasnya telah berevolusi berkali-kali. Selain itu, mungkin juga tubuh artropoda primitif mengeras sebelum kakinya," kata Budd.

Oleh karena itu, Budd mengatakan masih ingin melihat bukti lebih lanjut pada materi-materi fosil yang akan datang. Fosil-fosil baru, terutama yang berasal dari China, telah membantu memperjelas sejarah evolusi artropoda. Selama lebih kurang satu dekade ini, para ilmuwan telah memiliki beberapa konsensus tentang sejarah itu.

Sabtu, 26 Februari 2011

Wow, Es Krim ASI Kini Dijual di Pasaran

London - Air Susu Ibu (ASI) kini tampaknya tidak bakal dimonopoli para bayi lagi. Di London, ASI diolah sedemikian rupa menjadi penganan menyegarkan nan dingin, es krim.

Kedai es krim Covent Garden di London secara khusus merilis ke pasaran 'Baby Gaga'. Sang kreatornya, Matt O'Connor, menyebutnya sebagai es krim organik seharga US$ 23 atau sekitar Rp 204.700 untuk satu porsi.

"Beberapa orang yang mendengar ini akan mencobanya. 'Jijik' tapi ini murni, organik, dan alami. Saya sudah mencicipinya pagi ini dan saya saya merasa enak," tutur O'Connor seperti dilansir reuters, Sabtu (26/2/2011).

Baby Gaga terdiri dari paduan ASI yang diramu dengan vanila dan sari lemon. O'Connor mengatakan, Baby Gaga adalah satu di antara lusinan rasa radikal di kedainya.

Lalu bagaimana dengan sumber ASI-nya? Dan bagaimana dengan perasaan para wanita yang menyumbangkan ASI-nya untuk keperluan komersil itu?

"Apa yang lebih alami selain susu ibu untuk es krim? Bagi saya ini membantu kehidupan saya jaga. Tak ada yang salah menggunakan aset saya untuk mendapat uang ekstra," ujar Victoria Hiley (35) yang menjadi 1 dari 15 orang ibu penyuplai ASI bagi kedai es krim Covent Garden.

Hiley dan kawan-kawannya adalah ibu yang bermasalah menyusui bayinya. Dia yakin jika orang dewasa menyadari gurihnya ASI, maka ibu muda akan mempunyai keinginan untuk memberikan ASI bagi bayinya.

"Saya sudah mencoba es krimnya untuk yang pertama kali hari ini. Enak, begitu lembut di lidah," kata Hiley.

Jika si Kecil Suka Berlaku Smackdown

Jakarta-Dunia anak penuh dengan sensasi. Di masa ini anak sangat senang memamerkan kekuatannya di depan orang tua, teman dan orang lain yang mereka temui. Meski tidak menutup kemungkinan terjadi pada anak perempuan, hal ini lebih sering terjadi pada anak lelaki yang cenderung berlaku kasar seperti smackdown.

Anak lelaki sepertinya selalu meminta perhatian dari orangtuanya lewat tingkah lakunya yang super aktif dan bersifat fisik, seperti bergulat, berkelahi, atau melanggar peraturan yang sudah dibuat.

Dalam hal ini, ayah, sebagai orangtua lelaki, memegang peranan penting. Anak-anak lelaki yang ayahnya tidak melibatkan diri dalam dunia mereka akan sangat tertarik dengan tokoh-tokoh hiper maskulin atau kegiatan yang bersifat pertarungan fisik, seperti tokoh-tokoh super hero dalam komik. Sebaliknya, anak-anak lelaki yang ayahnya melibatkan diri dalam dunia mereka memiliki kepribadian yang berbeda, lebih tenang, percaya diri, dan komunikatif.

Ayah harus menjadi panutan anak. Karena itu, penuhi kecenderungan anak, yang suka bergulat atau bermain dengan gaya kasar tanpa perhitungan, ini kapan saja ayah punya kesempatan dan energi untuk melakukannya. Pilih tempat yang aman dan beri mereka sasaran yang harus mereka capai.

Sambil bergulat ajarkan mereka hal-hal yang penting. Dengan berhenti sejenak saat keadaan mulai ngawur dan berbahaya, berarti ayah mengajari anak untuk dapat mengendalikan kekuatan mereka.

Ayah pun harus selalu penuh humor dan tidak melulu tentang kekuatan. Kadang biarkan mereka menang, kadang ayah dapat menang sehingga dapat memberi contoh bagaimana menerima kekalahan dengan baik. Hal ini merupakan bentuk keakraban serta pemuasan dorongan maskulinitas.

Batasi Nonton TV

Selain peran ayah, televisi juga ditengarai sebagai pemicu perilaku 'keras' ini. Sebuah survei menunjukkan, anak-anak di Indonesia dalam satu minggu menghabiskan waktu sekitar 68 jam untuk menonton televisi. Padahal program anak yang tersedia di televisi hanya 32 jam. Artinya setiap anak menghabiskan waku 36 jam menonton tayangan televisi yang diperuntukkan bagi orang dewasa.

Pemerhati anak Seto Mulyadi pernah mengatakan, lebih dari 80 persen tayangan televisi tidak berpihak kepada anak dan tidak konstruktif bagi perkembangan jiwa anak. Karena itu ia mengimbau para orang tua untuk membudayakan nonton televisi yang sehat, yaitu ada keseimbangan antara bermain, belajar dan nonton televisi.

Selain dapat menyaring tontonan bagi si kecil, juga membuka ruang kreativitas bagi anak. Sekalipun anak-anak cuma berjumlah 16 persen dari populasi dunia, tapi mereka adalah 100 persen pemimpin masa depan.

Berikut yang harus dilakukan jika si kecil suka smackdown, Sabtu (26/2/2011):

1. Beri Arahan Singkat.
Ketika ia hendak memukul, cepat pegang tangannya dan katakan kalau orangtua saying padanya tapi tidak suka dengan tindakannya.

2. Alihkan Perhatiannya.
Setelah itu segera alihkan perhatiannya dengan mengajak ia dalam permainan lain tanpa konfrontasi.

3. Jangan Mempermalukannya.
Hati-hati dalam memilih kata-kata terhadap anak karena jika orangtua sampai mempermalukannya, anak akan melawan dan bertindak defensif.

4. Bersikap Konsekuen
Jika ia kembali memukul, bertindaklah tegas dan konsekuen. Ia harus menghentikan permainannya, menyuruhnya duduk tanpa aktivitas, atau ajak ia pulang.

5. Selamatkan Korban
Jika anak lain sampai menangis karena dipukul anak Anda, segera pusatkan perhatian pada anak itu dan hiburlah daripada menegur anak Anda. Jika anak Anda
menyerang, pisahkan anak itu dengan aktivitas lain, lalu tenangkan anak Anda. Dengan nada rendah dan tanpa kemarahan, jelaskan secara ringkas bahwa memukul
adalah perilaku yang tak dapat diterima dan mengapa hal itu tak boleh dilakukannya.

6. Anak laki-laki juga butuh perlindungan terhadap kekerasan.
Jauhkan diri mereka dari kebiasaan menonton film kartun yang mempertontonkan kekerasan atau permainan khayalan perang-perangan.

Jumat, 25 Februari 2011

Wow, Orang Berkaki Robot Samoai Ke Puncak Himalaya


Jakarta, Kehilangan 2 kaki tak pernah membuat Mark Inglis patah semangat. Hanya dengan mengandalkan sepasang kaki palsu, pendaki gunung asal Selandia Baru ini masih sanggup menaklukkan puncak-puncak tertinggi di dunia termasuk Mount Everest (puncak tertinggi di Himalaya).

Mark Inglis yang saat ini berusia 51 tahun datang ke Indonesia untuk memotivasi para difabel agar tidak patah semangat menjalani hidup.

Dari cara berjalannya yang lincah, tak ada kesan sama sekali bahwa sesungguhnya pria berusia 51 tahun ini tidak memiliki kaki. Namun ketika celananya agak diangkat, Mark Inglis tampak lebih mirip 'robot' dengan kaki palsu yang seluruhnya terbuat dari besi.

Mark, demikian ia biasa dipanggil, adalah seorang peneliti sekaligus pendaki gunung profesional yang aktif berpetualang sejak tahun 1979. Sepanjang karirnya, pria asal Selandia Baru ini juga sering terlibat dalam kegiatan Search and Rescue (SAR).

Malapetaka menghampirinya pada tahun 1982, saat usianya baru 23 tahun. Bersama seorang rekannya yang bernama Philip Doole, kedua pendaki ini terjebak dalam gua es di puncak tertinggi Selandia Baru, Mount Cook National Park yang tingginya lebih dari 3.000 mdpl.

Keduanya terjebak bukan hanya satu atau dua jam saja, melainkan hampir 2 minggu lamanya. Malang bagi Philip yang akhirnya tewas dalam musibah itu, sementara Mark boleh bersyukur nyawanya masih terselamatkan meski kedua kakinya yang 'mati' harus diamputasi sebatas lutut karena membeku.

Sejak saat itu, Mark terpaksa harus menggunakan kaki palsu untuk dapat beraktivitas. Ia mengaku tak butuh waktu lama untuk beradaptasi hingga bisa berdiri, namun untuk bisa berjalan ia harus membiasakan diri selama bertahun-tahun.

Berkat ketekunannya, Mark akhirnya bisa mendaki gunung lagi pada tahun 2002. Gunung pertama yang dijelajahinya dengan kaki palsu adalah Mount Cook di Selandia Baru, gunung yang 10 tahun sebelumnya telah menewaskan salah satu rekannya dan merampas kedua kakinya.

Sejumlah gunung tinggi ia panjat sejak saat itu, termasuk puncak Cho Oyu di Nepal yang tingginya 8.201 mdpl dan merupakan puncak tertinggi ke-6 di dunia. Namun yang paling mencengangkan adalah pada 2006, Mark sukses menaklukkan puncak tertinggi dunia, mana lagi kalau bukan Mount Everest.

"Saya adalah pendaki gunung, kaki palsu bukan alasan untuk berhenti mendaki. Saya tidak ada kesulitan sama sekali dengan kaki palsu ini, saya bisa menggerakkannya seperti kaki asli," ungkap Mark saat ditemui dalam International Conference on Prosthetics and Orthotics di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Jumat (25/2/2011).

Sambil sesekali mendemonstrasikan kaki palsunya, Mark menjelaskan bahwa ekspedisi ke Mount Everest ia lakukan hanya dalam waktu relatif singkat. Hanya dalam 47 hari, ia sudah berhasil menyelesaikan ekspedisi yang dilakukannya bersama 11 anggota tim lainnya.

Bagi kaum difable (different ability), kaki palsu dan alat bantu gerak lainnya sangat membantu memperbaiki kualitas hidupnya. Sayangnya, di Indonesia belum banyak yang memproduksi sehingga kebutuhan akan alat bantu gerak atau prostesis masih mengandalkan import dari luar negeri.

"Prostesis yang diproduksi di dalam negeri kira-kira masih di bawah 5 persen, selebihnya harus impor. Sumber daya manusianya juga masih terbatas karena baru ada 2 sekolah yang mencetak tenaga profesional untuk prostesis yakni Poltekkes Surakarta dan Poltekkes Jakarta," ungkap Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih usai membuka konferensi yang baru pertama kalinya digelar di Indonesia tersebut.

Lumpur Lapindo Diperkirakan Menyembur Hingga Tahun 2037

London - Semburan lumpur yang lebih dikenal dengan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, yang membuat lebih dari 13 ribu keluarga kehilangan rumah diperkirakan terus menyembur hingga seperempat abad mendatang. Semburan tersebut akan terus memuntahkan gas yang mudah terbakar, seiring dengan semakin dalamnya danau lumpur yang terbentuk.

Demikian dilaporkan dalam penelitian para ilmuwan dari Durham University, Inggris, seperti dilansir AFP, Jumat (25/2/2011).

Tekanan bawah tanah yang ada di bawah semburan, membuat lumpur akan terus disemburkan hingga tahun 2037 mendatang. Sementara itu, gas akan terus merembes melalui lumpur tersebut selama puluhan tahun bahkan hingga seabad mendatang.

"Perkiraan kami, akan memakan waktu selama 26 tahun bagi erupsi tersebut untuk turun ke level yang wajar, dan turun kondisinya menjadi gunung berapi (volcano) yang proses mendidihnya lambat," terang Ketua Tim Peneliti, Richard Davies. Semburan lumpur Lapindo terjadi pada 29 Mei 2006 dan belasan orang tewas.

Pada puncaknya nanti, diperkirakan  setiap harinya akan menyemburkan lumpur yang volumenya mencapai 40 kali volume air pada kolam renang olimpiade. Namun saat ini baru mencapai level 4 kali lipat.

Semburan lumpur ini telah membanjiri 12 desa dengan kedalaman 15 meter. Sebanyak 42 ribu warga setempat pun terpaksa mengungsi dari rumah mereka.

Penelitian yang dipimpin oleh profesor ilmu bumi pada Universitas Durham ini, dilakukan dengan menggunakan simulasi komputer. Simulasi ini didasarkan pada data-data dari 2 sumur gas yang ada di wilayah yang sama, dan juga didasarkan pada data refleksi seismik yang menggambarkan struktur geologi pusat semburan.

"Di tengah-tengah danau ini terdapat sebuah lubang ventilasi selebar 50 meter. Selain itu, ada juga 166 lubang ventilasi lainnya yang muncul selama kurang lebih 4 tahun terakhir. Lubang ventilasi ini telah muncul di pabrik, jalan, bahkan rumah warga. Beberapa dari lubang tersebut telah menyala menjadi api, menyusul adanya korban luka akibat api yang muncul," jelas Davies.

Tenaga yang tersimpan dalam pusat semburan ini memang akan menjadi ancaman jangka panjang. Namun secara bertahap efek merusaknya akan berkurang.

"Anda tidak bisa kembali ke wilayah tersebut. Bahkan mungkin saja dampak volcano ini akan naik. Saya telah melihat kerusakan paling dramatis di wilayah ini. Namun ini bukanlah akhir, lubang ventilasi masih akan terus terbentuk," ingatnya. Studi ini dimuat dalam Journal of the Geological Society di London.

Pemerintah Indonesia menyebut semburan lumpur akibat gempa yang terjadi beberapa hari sebelumnya di kawasan Yogyakarta, sekitar 280 km dari pusat semburan.

Namun sejumlah ahli di luar negeri menuding perusahaan pengeboran Lapindo Brantas yang gagal untuk memasang pipa pelindung di sumur mereka.  Akibatnya, dari dalam sumur menyembur lumpur disertai gas.